7 Rekomendasi Wisata Anti-Mainstream di Korea Selatan

Jakarta – Bosan dengan destinasi wisata Korea Selatan yang itu-itu saja? Saatnya kembali ke Korea Selatan dengan konsep ‘glocal’, yang merupakan gabungan ‘global’ dan ‘local’ anti mainstream. PR Manager Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office, Irma Maulida mengatakan bahwa konsep ini mengajak wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata lokal agar semakin mengglobal.

Destinasi-destinasi ini, sebut Irma, lebih terfokus pada daerah yang belum banyak diketahui dan terekspos. Beberapa rekomendasi wisata Korea anti-mainstream jadi salah satu yang digaungkan oleh Glocal. Irma mencontohkan Busan.

“Enggak semua wisatawan awam tahu Busan, Busan itu di mana. Tahunya Busan setelah film Train to Busan,” ujar Irma saat ditemui di sela gelaran temu media dan influencer bersama KTO di OnFive, Grand Hyatt Jakarta, Jakarta Pusat.

Baca Juga : 6 Tempat Terlarang dan Tak Bisa Dikunjungi di Dunia, Pelanggar Bisa Kena Hukuman

Rekomendasi Wisata Anti-mainstream di Korea Selatan

Irma dan tim KTO merekomendasikan beberapa wilayah tujuan wisata glocal dengan berbagai keunikannya. Berikut rekomendasinya.

1. Incheon

Saat mendengar Incheon, orang langsung terlintas soal bandara. Tak salah memang, sebab di sana terdapat Bandar Udara Internasional Incheon.

“Kalau mau mulai eksplor glocal, cek aja dulu yang terdekat dari Seoul biar itinerary enggak lama di jalan, misalnya, ke Incheon. Orang tahunya bandara, padahal di situ banyak tempat yang belum tereksplor,” kata Irma.

Anda bisa ke Central Park Songdo di mana ada peternakan rusa, Pasar Moraenai yang menawarkan aneka jajanan pasar, Institut Sumber Daya Hayati Nasional, dan ARA Waterway Gyeongin yakni sebuah observatorium, air terjun buatan, dan taman patung.

Irma mengingatkan, jika Anda ke Incheon, Anda wajib ke chinatown setempat untuk menyicip jajangmyeon. Jajangmyeon atau mi dengan saus hitam kental dari pasta kedelai yang selama ini Anda kenal memang berasal dari chinatown di Incheon.

2. Gangwon-do

Rekomendasi wisata anti-mainstream di Korea Selatan berikutnya adalah Gangwon-do. Seperti dikutip dari laman resmi KTO, Gangwon-do merupakan wilayah di sebelah timur Seoul.

Ada beberapa tujuan wisata populer di sana, antara lain Chuncheon (kota dengan banyak danau), Sokcho (terkenal dengan wisata kulinernya), dan Gangneung (disebut-sebut sebagai kota kopi dengan pemandangan indah).

Beda musim, beda pula pemandangan di kawasan ini. Namun Gangwon-do terbilang lengkap dengan gunung dan lautnya.

3. Daejeon

Apa itu Daejeon? Buat wisatawan internasional, nama Daejeon begitu asing di telinga. Kota ini jarang dikunjungi meski berada di kawasan metropolitan dan lokasinya yang terbilang di daerah pusat.

Sebaiknya, luangkan waktu ke Daejeon sebab di sini ada Arboretum Hanbat (ruang hijau terbuka di tengah kota), Museum Sains Nasional, Stasiun Daejeon (stasiun terbesar keempat di Korea Selatan).

Kemudian, jangan lupa mencicip kuliner khas Daejeon seperti garak guksu (hidangan legendaris di Stasiun Daejeon), jajanan pasar di Pasar Jungang Daejeon, Cheongnyeongudan (warung makan dengan hidangan utama burger monyet dan yeonppap atau salmon mentah di atas nasi), dan sundubu Pyongyang (tahu lembut).

4. Daegu

Cukup naik Korea Train Express (KTX) selama 1 jam 40 menit dari Seoul, Anda akan tiba di Daegu. Di sini, Anda akan terpuaskan dengan kekayaan peninggalan sejarah serta kuliner khas yang menggoda.

Sempatkan ke Daegu untuk menjajal wahana Kereta Gantung Palgongsan, Kuil Donghwasa, Museum Tekstil DTC, dan Pasar Seomun (pasar malam), Museum Pengobatan Oriental Yangnyeongsi, Danau Suseongmot, dan menikmati lanskap kota dari ketinggian Menara E-World 83.

Aktris Dea Annisa menyarankan untuk berkunjung ke pasar tradisional setempat. Perempuan yang sempat menempuh studi di Negeri Ginseng ini berkata, di pasar tradisional Anda akan menemukan makanan unik yang tidak ada di Indonesia.

“Ada gurita mentah, terus sate-sate yang isinya aneh-aneh. Daegu, tuh, juga bisa ke lokasi syutingnya What’s Wrong with Secretary Kim?,” ujar Dea dalam kesempatan serupa.

5. Jeollabuk-do

Provinsi Jeollabuk-do menawarkan pengalaman kuliner tak terlupakan, terutama di kota Jeonju. Kota ini disebut mampu mewakili ragam kuliner yang ada di Korea.

Aneka kuliner bisa ditemukan di Pasar Jeonju Nambu, pasar malam, Lorong Makgeolli (makgeolli merupakan minuman keras tradisional Korea). Selain Jeonju, Gunsan dan Buan juga memiliki kuliner yang layak dicicip.

Dua kota ini terletak di laut bagian barat Korea sehingga seafood adalah hidangan wajib di sana.

6. Gyeongsangnam-do

Gyeongsangnam-do merupakan sebuah provinsi di bagian selatan Korea Selatan. Di sini Anda bisa menikmati pemandangan laut yang mempesona.

Adapun Hallyeosudo, kawasan yang membentang dari Pulau Hansando sampai Yeosu. Kawasan ini menawarkan 360 hamparan pulau bagai gugusan permata laut. Anda pun bisa menikmati pemandangan laut dengan naik kereta gantung.

Gyeongsangnam-do memiliki Pulau Geoje, yakni pulau terbesar sekaligus pusat industri galangan kapal. Jangan lupa ke Balai Kerajinan Tradisional, bersepeda di Desa Suryuk, dan naik kapal pesiar mewah di Marina Bay.

7. Chungcheongbuk-do

Semakin banyak negara menawarkan wisata medis, termasuk Korea Selatan. Kota Jecheon di Provinsi Chungcheongbuk-do merupakan salah satu wisata medis di Korea Selatan.

Di Jecheon, Anda bisa mencoba segala macam jenis pengobatan tradisional khas Negeri Ginseng seperti terapi, teh Korea, hingga pembuatan kosmetik tradisional.

Di sini pula terdapat Danau Cheongpungho, yakni danau besar berjuluk ‘Laut di Daerah Pedalaman’. Menikmati danau bisa dengan dua cara, yakni naik kapal feri dan naik ke puncak Gunung Bibong.

    Exit mobile version